Ads

Senin, 08 Agustus 2016

Agustus 08, 2016


KORANPAGI - Revitalisasi lapangan Softball di Jalan Dharmawangsa, yang sudah 90 persen rampung, ada yang tidak beres dalam pembangunannya. Muncul dugaan bahwa pengerjaan tribun itu tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah ditentukan.

Berdasar data yang dimiliki Pagarjati Indonesia, proyek milik satuan kerja Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Surabaya, yang ditargetkan selesai tahun ini, ada beberapa penyimpangan dalam pembangunannya.

Diantaranya, pondasi yang merupakan bagian utama dalam setiap pembangunan, dalam pengerjaan tribun itu tidak sesuai dengan ketentuan,"Pondasinya itu tidak benar, dalam RAB ketinggian slubnya 90 cm, tapi dalam fakta penggarapan, ketinggiannya hanya 40 cm," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pagarjati Indonesia, Zainul Fadli,SH, Senin (8/8/2016).







Tidak hanya itu, ada beberapa tiang pancang dari puluhan tiang pancang tribun, pengerjaannya juga terkesan asal-asalan,"Dalam pemasangan tiang pancang juga ngawur, ada beberapa tiang pancang yang tidak dilas. Padahal, pemasangan tiang pancang harusnya dilas, karena ketika tanah bergerak, tiang pancang itu tidak ikut gerak. Kalau tidak dilas bahaya, bisa roboh. Tiang pancang yang pecah juga dipaksakan untuk tetap dipasang tidak diganti," bebernya.

Ia menilai, keberadaan tribun yang tampak megah dilapangan tersebut dapat membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa seseorang. Dijelaskan pula, kontraktor yang menggarap proyek itu diduga merupakan 'sub' alias bukan PT Cipta Aneka Solusi sebagai kontraktor pemenang tender.

Menanggapi temuan dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan tribun lapangan Softball yang kini sudah selesai pembangunannya, Kepala Bidang Olah Raga dan Prestasi Dispora Surabaya, Eddy Santoso, seakan tidak mau tahu,"Saya tidak tahu, silahkan tanya ke pengawas proyeknya, itu tanggungjawab pengawas," jelas Eddy beberapa waktu lalu, Senin (18/7/2016).

Menurut Eddy, dugaan penyimpangan pembangunan tribun Softball tersebut sudah tidak bisa ditindak, karena pembangunannya sudah selesai,"Kenapa tidak dulu-dulu, kok baru sekarang muncul adanya penyimpangan. Dimana bisa ngroscek kalau pembangunannya sudah selesai, ya silahkan 'dicungkil' sana mas," ujarnya.

Terpisah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memaparkan, terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan proyek milik Pemerintah Kota Surabaya, pihaknya siap menindaklanjuti apabila pembangunan sudah selesai,"Kalo masih dalam pembangunan, pihak jaksa masih belum bisa masuk," papar Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, SH kepada wartawan, Senin (8/8/2016).

Kejati Jatim siap menindaklanjuti jika benar ditemukan adanya penyimpangan dalam pembangunan tersebut,"Sebelumnya kami akan buatkan surat pemanggilan. Kemudian menelaah data terlebih dulu, dan setelah itu kami tindaklanjuti," lanjut Romy, saat ditemui dikantornya, Jalan A. Yani, Surabaya. (fa/rs/snd)