Ads

Sabtu, 20 Agustus 2016

Agustus 20, 2016

KORANPAGI - Kamarullah alias Amar (44) tersungkur setelah betis kanannya tertembus timah panas milik Tim Cobra Subdit III, Jatanras Polda Jatim, hendak melarikandiri saat disergap. Amar dikenal sebagai perampok sadis yang meresahkan warga Pasuruan, Sidoarjo, dan Malang selama ini.

Petugas menangkap pelaku di Jalan Nangka, Gedangan, Sidoarjo, pada Jum'at (19/08) kemarin, pukul 18.30 WIB. Tim Cobra Subdit III yang dipimpin oleh Kompol Faruk Afero, selaku Kanit Premanisme, menyergap dikos-kosan pelaku warga asal Padalarang, Jawa Barat tersebut dengan dihadiahkan tembakan pada betis kanannya.

Pelaku yang selama ini menjadi salah satu buronan Polda Jatim, sengaja bersembunyi di Gedangan, Sidoarjo. Setelah tempat tinggal sebelumnya di Gempol, Pasuruan,  tidak aman dan mengendus keberadaan polisi.


Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah mengatakan, pelaku merampok seorang perempuan yang sudah dikenal sebelumnya. Korban meminta bantuan pelaku untuk mengantarkannya ke seorang paranormal di Malang.


"Tersangka sudah persiapan (merampok). Dia bawa tali," ujarnya saat di Mapolda Jatim

Sebab, Amar merupakan perampok yang kerap berbuat sadis terhadap korbannya. Terbaru, Amar merampok seorang perempuan dan membuangnya di Malang dalam keadaan terikat di bagian leher dan tidak sadarkan diri. 


Lanjut AKBP Taufik, ketika sampai ke tempat sepi pelaku menurunkan korban dengan dalih akan buang air kecil. Dan saat saat itulah, korban lalu dihajar berkali-kali hingga tidak sadarkan diri.

"Korban kemudian diikat dan dibuang. Tubuh korban ditemukan warga sekitar nyawanya masih terselamatkan," terangnya.

Dari catatan sementara, Amar sudah beraksi tiga kali. Namun, hingga saat ini, Amar masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jatim. Pemeriksaan itu sendiri dilakukan untuk mengorek keterangan dari Amar, terkait aksinya selama ini. 


Selain menangkap Amar, Tim Cobra juga berhasil mengamankan barang bukti berupa motor Honda Beat warna Hijau Putih Nopol N 6101 OV milik korban berikut STNK-nya.

Pasca penangkapan pelaku, Tim Cobra melakukan selama dua hari. Petugas setelah mengendus keberadaan Amar di sebuah rumah kos di Gedangan, Sidoarjo.

Saat penggrebekan pada Jum'at pagi, Amar waktu itu tidak berada didalam kamar kosnya. Namun, polisi terus melakukan penyisiran di sekitar tempat kos.

Pada malam itulah, Amar akhirnya muncul dengan berjalan kaki. Namun, Amar mengetahui kehadiran polisi saat itu. Dia lalu kaget bukan kepalang dan langsung kabur dengan kencangnya.
 (Rs/Snd)