Ads

Senin, 15 Agustus 2016

Agustus 15, 2016


KORANPAGI - Gagal mendatangkan saksi untuk diperiksa di persidangan kedua kalinya dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi Banu, pada kasus narkoba yang menjerat Tommy Yuda Prasetya, oknum anggota polisi Polsek Sawahan Surabaya. Sesuai rencana saksi tersebut bakal diperiksa untuk membuktikan dakwaan.

Kendati, panggilan kedua kalinya yang dikirimkan jaksa Samsu kembali tidak digubris saksi. tidak hadirnya saksi di persidangan, Arif selaku pengacara tedakwa Tommy beranggapan jaksa tidak ada tindakan yang tegas untuk memanggil saksi."Saya meyayangkan untuk jaksa yang tidak ada tegasnya dalam pemanggilan saksi di persidangan". Ujar Arif usai persidangan.

Arif selaku kuasa hukum Tommy
Dua kali saksi memutuskan untuk tidak memenuhi panggilan jaksa Samsu untuk diperiksa di persidangan. Pertama kali saksi tidak hadir di persidangan yang digelar pada 8 Agustus lalu. Tak menyerah, jaksa Samsu kemudian mengirimi surat panggilan lagi untuk kedua kalinya agar saksi menghadiri persidangan pada Senin (15/8/2016) ini.

Dengan tidak hadirnya saksi, maka majelis hakim yang diketuai Isjuaedi kembali memutuskan untuk menunda persidangan. Jaksa Samsu pun tidak bisa bebuat banyak dan akhirnya kembali menasukkan terdakwa Tommy ke tahanan sementara PN Surabaya. "Saksi tidak datang karena di Kediri," ujar jaksa Samsu terlihat gugup.

Mendengar penjelasan itu, hakim Isjuaedi kembali memerintahkan agar jaksa Samsu memanggil saksi pada persidangan selanjutnya. "Panggil lagi ya saksinya," tegas hakim Isjuaedi kepada jaksa Samsu.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kali sidang kasus ini molor karena jaksa Samsu tidak bisa menghadirkan terdakwa Tommy di muka persidangan. Saat itu, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu mengaku tidak menemukan terdakwa Tommy di Rutan Medaeng.

Dalam kasus ini, terdakwa Tommy dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa Tommy ditangkap anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya pada Maret lalu. Sebelum menangkap terdakwa Tommy, petugas lebih dulu menangkap Mukamad Arif (berkas terpisah) di Jalan Tidar, Surabaya.

Saat diperiksa, polisi menemukan narkotika jenis sabu dari dalam saku Arif. Saat diinterogasi penyidik, Arif mengaku mendapat sabu dari Tommy yang tak lain adalah anggota polisi berpangkat brigadir di Polsek Sawahan.

Mendapati hal itu, polisi langsung menuju Polsek Sawahan dan berhasil menangkap terdakwa Tommy yang saat itu sedang jaga di Mapolsek Sawahan. Ketika digeledah, polisi menemukan satu poket sabu seberat 97 gram yang disimpan dalam etalase rak buku yang ada di Polsek Sawahan. Selain itu di dalam tas terdakwa Tommy, polisi juga berhasil menemukan tiga poket sabu dengan berat masing-masing 0,61 gram, 0,42 gram, 0,50 gram, alat isap sabu dan timbangan elektrik. (Dm)