Ads

Jumat, 19 Agustus 2016

Agustus 19, 2016


KORANPAGI - Bebas keluarnya Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, sebagai tahanan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan Rp 1,68 miliar anggaran tahun 2009 ini nampak sedang menghadii peringatan Kemerdekaan RI di Pemkot Probolinggo, hampir dipastikan kebenarannya.

Romy Arisyanto Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim saat dikonfirmasi Realita.co mengatakan, sebelum ada kabar Suhadak melenggang bebas, Pidsus Kejari Probolinggo sempat menyampaikan ke Romy secara tidak resmi terkait izin Suhadak untuk keluar dari Rutan dengan alasan sakit.


"Memang sebelumnya Pidsus Kejari Probolinggo sempat menyampaikan ke saya terkait izin keluar yang disampaikan Suhadak dengan alasan sakit," jelas Romy saat dihubungi melalui cellulernya, Jumat (19/8/2016). 

Dari izin yang disampaikan ke Romy, menurutnya itu adalah kewenangan Kejari untuk memutuskannya. "Saya sempat menyampaikan, kalau memang ada izin mengenai Suhadak itu sudah menjadi kewenangan Kejari. Itu sah-sah saja asal tidak melanggar aspek-aspek penting seperti menghilangkan barang bukti atau yang lainnya," katanya. 

Namun anehnya, jika benar Suhadak izin keluar Rutan dengan alasan sakit tapi malam hari kok malah menghadiri acara peringatan Kemerdekaan RI di Pemkot? Apalagi Suhadak juga terlihat sehat dan segar dan selalu tersenyum. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak Kejari Probolinggo yang menjelaskan kondisi ini. 

Diketahui, sejak Kamis (4/8/2016) Suhadak ditahan bersama satu tersangka lainnya, yakni Sugeng Wijaya, dari pihak swasta selaku rekanan. Sementara HM Buchori, eks Wali Kota Probolinggo, juga ditahan Kejati Jatim.

Dana yang bersumber dari APBN 2009 itu, digunakan untuk bantuan fisik sekolah. Saat itu, HM Buchori masih aktif menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo dan Suhadak sebagai rekanan proyek DAK.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto mengatakan, dalam dugaan kasus Korupsi DAK Probolinggo 2009 ini ada tiga tersangka. Yakni Wakil Wali Kota Probolinggo yang masih aktif bernama Suhadak, mantan Wali Kota Probolinggo HM Buchori dan pihak swasta, Sugeng Wijaya.

"Penahanan dilakukan setelah jaksa menerima pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) dari penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis pagi di Kejati Jatim, untuk DAK Pendidikan tahun 2009 untuk Kota Probolinggo sebesar Rp 15,907 miliar. Sementara kerugian negara sampai saat ini terhitung sebesar Rp 1,68 miliar," kata Romy, kepada wartawan saat itu. (Dm/Snd)