Ads

Selasa, 16 Agustus 2016

Agustus 16, 2016

KORANPAGI - Bernafas dengan lega, telah dirasakan oleh terdakwa Bagus Soegiharto Handjoyo kasus pengeroyokan yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Ali Prakoso SH. Selasa (16/08)

Dalam persidangan yang digelar di ruang Candra, terdakwa sempat tak mengakui bahwa dirinya telah mengeroyok Njoo. Berkali-kali Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH bertanya soal pengeroyokan itu, terdakwa tetap saja tak mengakuinya. "Saya tidak memukul," kata terdakwa Bagus.

Pasalnya, dalam sidang perdana majelis hakim yang diketuai Efran Basuning SH menangguhkan tahanan terdakwa, Selasa (16/8/2016). Dasar penangguhan itu setelah adanya perdamaian antara terdakwa dengan korban Njoo Pau En.

Diketahui sebelumnya, kejadian berawal saat Stefanny Hanjaya Surya hendak pulang dari Coyote Club bersama tunangannya, Njoo Pau En.Ketika melintas di pintu keluar Coyote Club, terdakwa bertemu dengan Stefanny dan Njoo. Sewaktu bertemu tiba-tiba terdakwa menggoda dan memegang pipi Stefany, hingga membuat Njoo tak terima.

Melihat kejadian janggal, Njoo berusaha menegur terdakwa. Rupanya terdakwa tak terima dengan teguran itu. Bersama teman-temannya terdakwa langsung mengeroyok Njoo. Security yang mengetahui akhirnya melerai pengeroyokan itu.

Tindakan itu tak berhenti sampai disitu. Ulah semena-mena itu berlanjut saat terdakwa berada di parkiran mobil.
Terdakwa bersama teman-temannya mengejar dan kembali mengeroyok Njoo. Akibat perbuatan terdakwa, Njoo mengalami luka-luka di muka dan tubuhnya.

"Mata saya kabur karena pengeroyokan yang dilakukan terdakwa, dua bulan saya dirawat di rumah," ujar Njoo saat memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan majelis hakim.

Hakim Efran pun bertanya, apakah memaafkan tindakan kasar terdakwa, Njoo mengiyakannya. Hakim pun lantas memberi kesempatan ke terdakwa untuk minta maaf dan bersalaman dengan terdakwa.

Usai terdakwa dan Njoo berdamai, hakim Efran langsung memutuskan untuk menangguhkan status tahanan terdakwa.

"Anda (terdakwa) saya tangguhkan tahanannya karena sudah ada perdamaian dengan korban (Njoo). Tapi tetap Anda harus hadir di persidangan sesuai jadwal," ujar hakim Efran

Namun upaya jaksa Ali Prakoso bertanya dipotong hakim Efran."Sudah pokoknya seperti itu keterangannya. Sidang dilanjutkan pekan depan," kata hakim Efran sembari mengetuk palu tanda sidang ditutup. (Dm)