Ads

Selasa, 16 Agustus 2016

Agustus 16, 2016

KORANPAGI - Pasrah saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, yakni Andi Agus bin H. Bahri dan Hariyanto, terdakwa kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di jalan KH. Mansyur, Surabaya. Selasa (16/08)

Dalam persidangan, terdakwa megaku dihadapan majelis hakim yang diketuai Sigit Sutanto, bahwa dirinya telah menguras ATM milik Mohammad Tadjudin Nur senilai Rp 5 juta.

Aksi terdakwa bermoduskan, dengan mengganjal card reader ATM dengan tusuk gigi sehingga ATM yang dipakai korban tidak bisa keluar. Sementara kedua terdakwa menunggu di luar bilik ATM untuk menunggu korban pergi.

Kejadian yang berlangsung, Kamis 19 Mei 2016 sekitar pukul 14.00 WIB, kedua terdakwa menuju ATM di dekat Rumah Sakit Al Irsyad Jalan KH Mansyur. Kedua terdakwa seolah-olah mengambil uang di ATM tersebut. Namun ulah yang dilakukan yang sebenarnya adalah mengganjal mulut ATM dengan tusuk gigi.

Setelah memasang 'ranjau', terdakwa keluar dan tak lama kemudian datang korban Tadjudin menuju ATM. Tanpa curiga, kartu ATM dimasukkan dan tidak bisa keluar, karena terjepit di card reader.

"Dari belakang kedua terdakwa mendatangi jika ATM yang ada telah rusak," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa SH

Jaksa Irene juga mengatakan, ketika korban lengah, terdakwa menukarkan kartu ATM korban dengan miliknya. Terdakwa Hariyanto pura-pura membantu korban dan terdakwa Andi Agus bertugas mengamati nomer PIN milik korban yang disampaikan ke terdakwa Hariyanto.

"Terdakwa Hariyanto kemudian mengambil uang korban sebanyak Rp 5.050.000," ujar JPU Irene dihadapan majelis hakim. 

Dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP. (Dm)