Ads

Jumat, 05 Agustus 2016

Agustus 05, 2016



KORANPAGI – Departemen Kehakiman Amerika Serikat, hibahkan peralatan kamera penjejak panas kepada Ditpolair Polda Jatim. Asalah satu fungsi dari alat tersebut dapat mendeteksi pergerakan perompak di malam hari.
AKBP Heru Prasetyo Kepala Satuan Patroli Daerah (Satrolda) Direktorat Polisi Perairan a(Ditpolair) Polda Jatim mengatakan, alat tersebut merupakan alat pengintai yang canggih. Kesulitan pemantauan obyek di malam hari bisa teratasi dengan hadirnya kamera penjejak panas ini.

"Pergerakan perompak bisa terpantau jelas. Kami juga bisa menjadikan Pantauan sebagai barang bukti karena bisa untuk merekam," ujarnya, Jumat (5/8/2016).

Dalam menggunakan alat seharga Rp140 juta ini, anggota Ditpolair telah mendapat pelatihan langsung dari ahlinya. Kevin Mansheim seorang ahli dari Amerika memandu penggunaan alat ini.

Kevin mengatakan, alat ini merupakan hibah sebagai bentuk kerja sama antara Amerika dan Indonesia. Alat tersebut bisa mendeteksi benda lewat gradasi warna yang terlihat di layar.
"Suhu manusia dengan benda di sekitarnya bisa dibedakan lewat gradasi warna itu. Jadi, lebih mudah mendeteksinya," katanya. (rs/ssn)