Ads

Kamis, 18 Agustus 2016

Agustus 18, 2016


KORANPAGI
- Seribu lebih Driver Gojek berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Surabaya, Kamis (18/8/2016). Aksi tersebut menolak aturan tarif baru yang diterbitkan Manajemen Gojek dan dianggap merugikan oleh para driver Gojek di kota ini.


Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, turun langsung di tengah para pengunjuk rasa untuk menerima keluhan yang disampaikan para driver salah satu perusahaan aplikasi yang bergerak di transportasi.

"Berdasar keluhan mereka (para driver Gojek), saya simpulkan bahwa perusahaan itu tidak konsisten dalam menerapkan sistemnya. Senin pekan depan kami memanggil manajemen Gojek untuk menjelaskan ke DPRD Kota Surabaya. Ini sama dengan perusahaan aplikasi yang lainnya yang bergerak di transportasi, lama-lama merugikan mitranya," katanya.

Apabila pihak menajemen Gojek, lanjut Armuji, tidak memenuhi panggilan maka tidak segan untuk menutup kantor Gojek yang ada di Surabaya.

"Kalau dipanggil dua kali tidak hadir untuk menjelaskan masalah ini, maka kami minta Satpol PP untuk menutup kantornya. Dibubarkan saja Gojek di Surabaya," ujarnya kepada wartawan.

Aksi para driver Gojek itu menuntut pengembalian tarif awal dan penghapusan sistem bonus dengan syarat performa yang dianggapnya merugikan driver. Tarif yang sebelumnya per kilometer Rp 2500 belum termasuk potongan 20 persen untuk manajemen Gojek, sejak Sabtu pekan lalu menjadi Rp 2000 per kilometer.

Sistem baru atau versi baru tarif Gojek ini beserta sistem bonus dengan tambahan syarat performa, dianggap menyulitkan para driver. (fr/ssc)