Ads

Kamis, 18 Agustus 2016

Agustus 18, 2016

KORANPAGI - Dua anggota Pemuda Pancasila (PP), yakni Irwanto dan Samsul Anang terdakwa kasus perusakan Rumah Dinas (rumdis) Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Jatim akhirnya bisa bernafas lega, setelah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Harijanto menjatuhkan vonis ringan selama 10 bulan penjara. 

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Ali Prakosa, yang sebelumnya menuntut kedua anggota Pemuda Pancasila (PP) dengan hukuman 2 tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan diruang Kartika PN Surabaya, Senin (18/8/2016), Hakim Harijanto menerangkan, hukuman yang dijatuhkan tersebut bukanlah bersifat untuk balas dendam, melainkan untuk menjadikan pembelajaran dan efek jera bagi kedua terdakwa.

"Kalian dinyatakan terbukti bersalah, dan kami menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara, sekarang tergantung saudara, mau menerima atau banding, silahkan rundingkan dengan penasehat hukum Saudara,"ucap Hakim Harijanto pada kedua terdakwa.

Selanjutnya kedua terdakwa pun berdiri dari kursi pesakitan dan selanjutnya menghampir penasehat hukumnya, yakni Dedi Darmawan. Hasil rundingan itu menyepakati, jika kedua terdakwa belum bersikap menerima putusan hakim

"Pikir-pikir pak hakim,"ucap kedua terdakwa secara bergantian.

Senada dengan kedua terdakwa, Ali Prakosa selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara ini. Jaksa yang bertugas di Kejari Surabaya ini juga belum bersikap tegas, kendati vonis yang dijatuhkan hakim melebihi dari 2/3 tuntutannya.

"Kami juga pikir-pikir majelis,"kata Jaksa Ali Prakoso saat ditanya Hakim.

Untuk diketahui, kasus perusakan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi ini terjadi 18 Maret lalu. Saat itu, salah satu organisasi kepemudaaan di Surabaya tengah berdemo menolak penetapan tersangka La Nyalla Mattalitti oleh Kejati Jatim.

Dalam demo itu, kedua terdakwa yang merupakan anggota ormas kepemudaan itu sempat merusakan pagar rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi. Atas hal itulah, polisi lantas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua terdakwa dalam waktu tak sampai 24 jam. (Dm)