Ads

Sabtu, 23 Juli 2016

Juli 23, 2016
Foto : Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto
KORANPAGI - Setelah diperiksa sebagai saksi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim langsung melakukan penahanan terhadap dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pada pekerjaan pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun tahun 2015 lalu, dengan kerugian negara mencapai Rp 2,7 miliar.

Perlu diketahui kedua tersangka yang ditahan Kejati Jatim yakni Widi Santoso (47) menjabat sebagai Kasubag Protokol Sekwan DPRD Kota Madiun selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), dan Aditya (42) swasta (Kontraktor).

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto saat dikonfirmasi Koran-Pagi.Com (Koran Pagi Group), saat ini tersangka ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Madaeng Sidoarjo selama 20 hari terhitung mulai kemarin hari Kamis 21 Juli 2016 s/d 09 Agustus 2016.

Kedua saksi yakni Widi dan Aditya, tambah Romy, diperiksa sejak pukul 09.00 pagi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, penyidik Pidsus menetapkan keduanya sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

“Kedua tersangka ditahan di Rutan Medaeng, Sidoarjo. Untuk tersangka Widi, peranannya sebagai PPTK dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,7 miliar. Sementara Aditya peranannya sebagai kontraktor,” kata Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto, Kamis (21/72016).

Ditanya terkait penahanan keduanya, Romy mengaku, alasan yakni tersangka ditakutkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan mengulangi kembali tindak pidana korupsi. “Kedua tersangka ditahan selama 20 hari, terhitung Kamis 21 Juli 2016 (kemarin) sampai 9 Agustus 2016,” terang mantan Kasi Pidsus Kejari Muara Tebo, Jambi ini.

Sebagaimana diberitakan, penyidik Pidsus Kejati Jatim menemukan kejanggalan pada proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun yang menggunakan APBD tahun 2015. Pada proyek senilai Rp 29,3 miliar itu, penyidik menemukan dugaan penyalagunaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang tidak sesuai dengan spek di lapangan.

Penyidik juga mencium adanya dugaan persekongkolan penentuan pemenang dan pelaksana tender. Atas dugaan korupsi itu, negara diduga merugi sebesar Rp 2,7 miliar. Penyidik juga telah menetapkan enam tersangka dan sudah menahan tiga tersangka yakni, Agus Sugijanto selaku Sekretaris DPRD Kota Madiun dan sebagai Penguna Anggaran (PA) serta dua tersangka yakni Ir Iwan Suasana Wakil Management PT Parigraha Consultant dan Ir Soemanto Direktur Utama PT Parigraha Consultant. (dm/snd)