Ads

Selasa, 19 Juli 2016

Juli 19, 2016
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa / Dok. www.kemendagri.go.id
KORAN PAGI - Kementerian Sosial menyosialisasikan transaksi elektronik atau E - Warung Koperasi Usaha Bersama Elektronik (e-KUBE) kepada warga penerima Dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Wonocolo Kecamatan Sepanjang Sidoarjo, Minggu sore (17/7/2016). Sosialisasi KUBE ini dilakukan langsung oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.  

“Dulu, penyaluran masih tunai tidak apa-apa, tapi sekarang sudah tidak, karena menggunakan kartu, jadi penerima tidak boleh gaptek (gagap teknologi, red), harus menyesuaikan dengan perkembangan,” kata Khofifah saat meresmikan E-Warung Koperasi Usaha Bersama Elektronik (KUBE).

Khofifah yakin, dengan berjalannya waktu, penerima PKH akan terbiasa menggunakan kartu transaksi elektronik yang di dalamnya terdapat nominal dana program yang didapat. Melalui kartu tersebut, penerima program bisa membelanjakan dana program dengan sembako di agen yang ditunjuk oleh Bank BNI selaku pembuat sistem transaksi elektronik

“Ke depan, bukan hanya beras, minyak, dan gula, tapi juga bisa membeli LPG bersubsidi, dan listrik bersubsidi,” terangnya.
 
Kartu E-Warung, merupakan terobosan untuk memotong distribusi kebutuhan pokok penerima program. Barang yang dibeli lebih murah karena disuplai langsung oleh Bulog. Peresmian E warung di Sidoarjo adalah yang kedua, dua warung sebelumnya sudah diresmikan oleh Khofifah di Kota Malang pada Juni lalu.
 
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero), melalui program ini, langsung mengembangkan jaringan layanan di kawasan-kawasan yang belum tersentuh jasa keuangan secara maksimal.
Peresmian e-Warung KUBE Kurnia dan Uji Coba Pembayaran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) menurut Wakil Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto dikembangkan sebagai Agen BNI46 (Branchless Banking) agar memperoleh manfaat atau nilai tambah sebagai Agen BNI46.

"Tambahan layanan pada Warung KUBE ini juga dapat memperluas usaha yang terkait dengan berbagai sarana pembayaran, seperti listrik, telepon, hingga pulsa," katanya. (mad-http://jatimprov.go.id/lam).