Ads

Rabu, 27 Juli 2016

Juli 27, 2016
Foto : Sidang kasus pembobolan perusahaan di Kejati Jatim, Jalan A Yani, Surabaya
KORANPAGI - Dengan rasa percaya diri, Indriani Wongso Hartono, SE alias ong Fee Cien, dan Indrayati alias Ong Fee Lie, terdakwa kasus pembobolan data milik PT. Jasaindo Mandiri Abadi, dalam bidang penyewaan jasa angkutan darat melalui sosial media online (Email), menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN). Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Endang Purwaningsih menghadirkan lima orang saksi meringankan kedua terdakwa, Selasa (26/7/2016).

Saat persidangan tersebut, Ferdinandus B, SH bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim. Jaksa menghadirkan lima saksi dari pihak terdakwa. Kelima saksi adalah Usman, Maryono, Lilik Indrawati, Suyadi, dan Tjio Wan Tat.

Dari keterangan saksi Lilik dihadapan ketua majelis hakim, ia menerima pesan email dari Indriani Wongso (Terdakwa 1) pemilik acount Indri_santata@yahoo.com, kemudian disuruh meneruskan kiriman kepada Tjio Wan Tat, direktur PT Jasaindo Mandiri Abadi.

"Saya waktu itu menerima pesan email darinya (Indriani Wongso, red), dan saya disuruh mengirimkan ulang ke Tjio Wan Tat," jawab Lilik. Selasa (26/07/2016).

Kedua terdakwa yang didampingi oleh pengacara waktu sidang berlangsung. Pengacara dari terdakwa bertindak arogan kepada wartawan yang hendak konfirmasi usai persidangan dan berdalih menuduh media yang meliput sidang kliennya yakni suruhan dari pihak pelapor Djie Freddy.

"Saya tidak mau berkomentar, pasti kalian suruhan dari Freddy kan untuk meliput sidang klien saya!," Ucap pengacara terdakwa kepada wartawan.

Diketahui perkara ini berawal Tjio Wan Tat meminta data UJP (Uang Jalan Pengemudi) milik PT Karura Logistic kepada Indrayati, yang pada saat itu masih bekerja di PT Karura Logistic untuk mengetahui standar uang jalan pengemudi. Terakhir kasus pada bulan April 2015 lalu, sesudah Djie Freddy selaku Direktur PT Karura Logistic setelah menerima sms dari 08573621xxxx yang berisikan memberitahu bahwa ada karyawan PT Karura Logistic yang berkhianat kepada perusahaan. Setelah dirinya (Djie Freddy) mengetahui dan merasa dirugikan atas tindakan kedua terdakwa lalu melaporkan ke SPKT Polda Jatim.

Perbuatan mereka, terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 322 ayat (1) jo pasal 55 ayat ke-1 KUHP. (dm/snd)