Ads

Jumat, 22 Juli 2016

Juli 22, 2016
Persidangan Helito / Dok. Koran Pagi
KORANPAGI - Sidang kasus dugaan penipuan pembangunan Mall Bondowoso City yang menjerat terdakwa Helito Tjongro alias Abraham digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, agenda datangkan 5 saksi dari pihak Bank.Kamis (21/07/2016).

Lima orang saksi itu adalah, Nasrullah dan Nur Aisah dari Bank Muamalat Jember, Senobiyah teler dari Bank Muamalat Surabaya, serta Arina Wardani dan Ian Renald Perkasa dari Bank Mandiri Surabaya.

Nasrulloh, pada kesaksiannya didepan majelis hakim, tetap membenarkan keterangan yang pernah dia berikan pada penyidik dari kepolisian saat di BAP atas kasus penipuan sebesar Rp 3,4 miliar yang
dilakukan oleh terdakwa Helito.

"Keterangan saya tetap sesuai di BAP. Dia (Helito, red) mengaku kerap mengerjakan sejumlah proyek besar karena banyak berkenalan dengan pejabat penting di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi dan menteri Perikanan Susi," ungkap saksi Nasrulloh yang menjabat sebagai branch manajer Bank Muamalat, Jember.

Senada dengan Nasrulloh, saksi Nur Aisah, menjelaskan bahwa sebetulnya rencana pembangunan Hypermart yang digagas H Faruq sebetulnya sudah banyak diminati beberapa investor lain, namun entah mengapa, kok  tiba-tiba proyek itu diserahkan ke Helito,

"Jangan-jangan dia (H Faruq, red) tertarik karena pak Abraham menunjukan beberapa fotonya dengan pejabat seperti mentri Kelautan Susi juga presiden Jokowi serta foto proyeknya di Sumatra dan proyek bus way yang akan dia kerjakan," jelas saksi Nur Aisah yang sudah 13 tahun bekerja di Bank Muamalat.

Sementara teller Bank Mandiri Surabaya, Ian Renald Perkasa mengakui bahwa dirinya pernah datang ke Bank Muamalat Surabaya untuk mencairkan cek milik PT Gumuk Mas senilai Rp 3,4 miliar.

"Saya yang mencairkan uang 3,4 miliar itu di Bank Muamalat Surabaya, setelah uang itu cair, lantas langsung saya transferkan ke rekeningnya Pak Abraham (red, Helito) yang ada di Bank Mandiri Surabaya sebagai pemindahbukuan," ungkap Ian Renald Perkasa.

Ian juga mengaku, pencairan cek milik PT Gumuk Mas tersebut atas perintah H Faruq."Untuk pencairan cek itu, saya melampirkan SIM serta ID card Bank Mandiri saya," terang Ian dan dibenarkan Arina Wardani branch manajernya.

Saksi lainnya Senobiyah, teler dari Bank Muamalat Surabaya membenarkan jika dirinya pernah melayani pencairan cek Bank Muamalat cabang Bondowoso sebesar Rp 3,4 miliar milik PT Gumuk Mas melalui tangan Ian Renald Perkasa dari Bank Mandiri, Namun setahu saksi, setelah cek itu cair langsung ditransferkan ke rekening Helito.

"Ian memang pernah datang membawa dan mencairkan cek PT Gumuk Mas Bondowoso senilai Rp 3,4 miliar. Setau saya hasil pencairan itu langsung dipindah bukukan ke rekening Pak Helito. Alasan kenapa cek itu dicairkan oleh Ian, karena pak Helito sedang pergi keluar negeri," ungkap saksi Senobiyah.
Usai persidangan, H Faruq mengaku puas dengan sidang yang digelar kali ini. Kepada wartawan dia juga mengungkapkan bahwa permintaan uang Rp 3,4 miliar oleh terdakwa Helito tersebut diberikan agar fasilitas kreditnya senilai Rp 150 miliar yang sedang diajukan ke Bank Mandiri Surabaya dapat segera dicairkan,"Sebetulnya dia minta lebih dari 3,4 miliar.

Alasannya, untuk pencairan kredit di Bank Mandiri setiap nasabah diharuskan membayar lebih dulu provisi kredit 3 persen dan administrasi kredit 2 persen. Berhubung tidak punya segitu banyak, makanya saya transfer dulu Rp 3,4 miliar," ungkap H Faruq.

Seperti diberitakan sebelumnya, Helito Tjongro alias Abraham jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan ancaman pasal 378 KUHP, akibat melakukan penipuan dan penggelapan uang H Muhamad Faroq sebesar Rp. 3,4 milyar dalam kerjasama pembangunan Mall Bondowoso City.

Dalam menjalankan praktek tipu menipu tersebut, terdakwa Helito menggunakan modus pamer foto dengan Presiden Jokowi dan Gubernur Soekarwo untuk memperdayai korbannya. (dm/snd)