Ads

Selasa, 26 Juli 2016

Juli 26, 2016
Foto : SLTP Mardi Putera Surabaya
KORANPAGI - Kematian Satpam SLTP Mardi Putera, Jalan Pacarkembang IV, Surabaya, beberapa hari lalu, diduga terkena serangan jantung usai berkelahi dengan salah seorang siswa sekolahan tersebut. Ironisnya, Kepala Sekolah (Kasek) terkesan menutup-nutupi siswanya yang berbuat arogan, Senin (25/7/2016).

Pada Jumat (22/7/2016), sekira pukul 10.00, beberapa orang di sekitar sekolahan SMP Mardi Putera mendadak gempar. Pasalnya, diketahui bahwa satpam sekolahan yang bernama Astono (59), meninggal dunia di sekolahan.

Berdasar keterangan sumber di tempat kejadian, sebelum meregang nyawa, Astono sempat bersitegang dengan salah satu siswa sekolahan tersebut,"Mungkin pak Astono kesal dengan 'Al' (siswa yg melawan), sehingga jantungnya tidak terkontrol dan meninggal," pungkas Imah, salah seorang PKL yang mengetahui kejadian perkelahian itu, Senin (25/7/2016).

Ia mengatakan, awalnya almarhum Astono menegur Al yang datang terlambat. Karena merasa tidak terima ditegur, Al melakukan perlawanan,"Pak Astono itu menegur Al karena datang terlambat. Tapi Al melawan, akhirnya terjadi keributan mas, Pak Astono sempat ditendang dan dipukul. Seusai keributan itu pak Astono kembali ke posnya. Kemudian selang beberapa menit, dia diketahui sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SLTP Mardi Putera Surabaya, Usman, memberikan keterangan yang berbeda saat dikonfirmasi wartawan. Ia seakan menutup-nutupi kesalahan siswa didiknya yang melakukan perbuatan arogansi.

"Meninggalnya itu karena serangan jantung, dan pada saat itu tidak ada pertengkaran apapun pada murid-murid," ujar Usman, Senin (25/7/2016).

Karenanya, pernyataan kepala sekolah tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sehingga, dapat diasumsikan bahwa Kasek SLTP Mardi Putera Surabaya telah melakukan pembohongan publik mengenai kematian salah seorang petugas satpam disekolahan itu. (dm/snd)