Ads

Kamis, 28 Juli 2016

Juli 28, 2016
Foto : Terdakwa kasus Sabu-sabu
KORANPAGI - Terdakwa Rony Santoso terpaksa harus mendekam di penjara kedua kalinya. Pria yang bekerja sebagai mandor bangunan ini berurusan dengan hukum lantaran tertangkap mengedarkan narkotika jenis sabu. Padahal dirinya baru dua bulan menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba.

Hal itu terungkap saat majelis hakim yang diketuai Anton Widyopriyono memeriksa Rony sebagai terdakwa. Hakim Anton tak habis pikir melihat ulah terdakwa yang harus berurusan dengan hukum. "Anda kan baru dua bulan menjalani rehabilitasi, tapi kenapa kok keluar dan nyabu lagi?" tanya hakim Anton kepada terdakwa.

Mendapati pertanyaan itu, terdakwa pun tak bisa menjawab banyak. Terdakwa hanya bisa menundukkan kepalanya sembari mendengarkan perkataan hakim Anton. "Iya pak hakim," singkatnya.

Dalam keterangannya, terdakwa mengaku ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Taman Aksara, Surabaya pada 11 Februari lalu. "Saya membeli sabu dari Madura dari seseorang yang namanya Abah," terang terdakwa.

Terdakwa juga membenarkan bahwa barang bukti (BB) berupa timbangan elektrik yang dihadirkan di persidangan adalah miliknya. "Iya pak hakim, timbangan itu milik saya. Saya pakai untuk memastikan berat sabu-sabu," kilahnya.

Terdakwa mengaku mengkonsumsi narkoba agar kondisi badanya tetap fit selama bekerja sebagai mandor bangunan. "Saya mengenal sabu-sabu sudah sejak 10 tahun lalu," kata terdakwa kepada hakim Anton.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan terungkap bahwa terdakwa tergolong merupakan bandar narkoba. Hal itu terbukti saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan sabu-sabu dalam jumlah besar dari tangan terdakwa.

Tak tanggung-tanggung polisi berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka sebanyak 8 bungkus plastik yang berisikan sabu dengan berat masing-masing sekitar 1,08 gram. Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan satu buah timbangan elektrik dan handphone dari tangan terdakwa.

Sebanyak 8 bungkus sabu itu berhasil diamankan saat polisi menggeledah rumah terdakwa di Jalan Taman Aksara, Surabata. Sabu-sabu itu dimasukkan dalam tas kain yang disembunyikan terdakwa disamping sofa rumah terdakwa.

Saat diperiksa polisi, terdakwa akhirnya mengaku bahwa barang haram itu didapatnya dengan cara membeli dari seseorang yang bernama Abah (DPO) di Socah, Bangkalan pada 15 Oktober 2015 lalu. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (dm/snd)