Ads

Selasa, 26 Juli 2016

Juli 26, 2016
Terdakwa Ervan (kiri) / Dok. Koran Pagi
KORAN PAGI - Usia boleh muda tapi dalam urusan tipu-menipu Ervan, bisa dibilang ahlinya. Terdakwa bernama lengkap Ervan Nugroho (21), terjerat perkara penipuan dalam bentuk Event Organizer (EO) senilai Rp 1,8 miliar. Persidangan anak kandung dari Helito, yang tersandung kasus yang sama ini digelar diruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,  Senin (25/07/2016).

Pada persidangan berlangsung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwin dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, menghadirkan Empat saksi yang tak lain korban penipuan, antaranya Andreas Siautanto, Henny, Billy, Agus.

Diceritakan oleh Andreas dalam keterangan saksi di depan majelis hakim yang diketuai hakim Sigit, pada 5 Januari 2015, dalam pertemuan di hotel Garden Palace Surabaya, Ervan dengan nama EO-nya Ervan Anugrah Production menawarkan proposal kerja sama dalam konser musik yang mendatangkan group band Paramore dan Dj Mitri asal Vegas Amerika.

Acara itu akan digelar di TMII Jakarta pada bulan Juli 2015, dengan janji jika ada investor yang mau memberikan modal senilai Rp 2 hingga 3 miliar dengan keuntungan 20 persen dari pemodal. Sehingga Andreas yang tinggal Jalan Babatan Pantai VI, telah memberikan uang untuk modal konser tersebut. Tapi dengan jumlah Rp 1,8 M, itupun Andreas patungan bersama saksi-saksi lainnya.

"Billy menyerahkan Rp 1,1 miliar, Agus Rp 175 juta, Henny Rp 570 juta, Rp 100 juta," ujar Andreas.
Singkat cerita pada tanggal yang disepakati, akhirnya terdakwa tidak bisa menggelar acara konser musik tersebut dengan dalih terhalang jadwal hingga bulan Agustus 2015.

Andreas bersama teman senasibnya sepakat mendatangi rumah terdakwa, dan di saat yang bersamaan Polda Jatim mengrebek rumah terdakwa dalam kasus berbeda.

"Dari situ saya bersama teman-teman juga melaporkan Ervan di kepolisian Polrestabes," katanya.
Saksi juga mengatakan bahwa EO terdakwa juga tak berizin.Atas perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP dengan hukuman maksimal Empat tahun penjara. (dm/snd)