Ads

Jumat, 29 Juli 2016

Juli 29, 2016


KORANPAGI - Upaya lepas dari hukuman penjara yang diajukan Yudhi Afiantha, terdakwa kasus ayah angkat cabuli anaknya kandas setelah eksepsi (keberatan) ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/07/2016). Ditolaknya upaya tersebut, maka terdakwa harus bersiap-siap mendekam didalam jeruji sel tahanan selama 15 tahun.

Dalam persidangan yang digelar tertutup itu, majelis hakim yang diketuai Efran Basuning menolak semua eksepsi yang diajukan terdakwa. Hakim beralasan materi eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya sudah memasuki pokok perkara. "Putusan sela menyatakan eksepsi terdakwa ditolak," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu usai sidang.

Setelah eksepsi ditolak, hakim Efran langsung memerintahkan agar jaksa yang akrab disapa Welly ini menghadirkan saksi-saksi. "Sidang selanjutnya kami akan menghadirkan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya di persidangan," kata jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya ini.

Meskipun terancam hukuman 15 tahun penjara, terdakwa tetap terlihat tenang usai menjalani sidang. Beberapa kali terdakwa tampak asyik mengobrol dengan seorang wanita di kursi pengunjung sidang. Bahkan saat akan dibawa ke ruang tahanan sementara PN Surabaya, terdakwa juga sempat berbincang serius dengan jaksa Welly.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan yang dilakukan terdakwa terhadap anak angkatnya sendiri ini terjadi pada 8 Maret 2015 lalu. Pemerkosaan itu dilakukan terdakwa selama 5 tahun, sejak Melati masih berusia 8 tahun hingga berumur 13 tahun. Melati terpaksa menutupi perbuatan bejat itu lantaran berkali-kali mendapat ancaman dari terdakwa.

Terungkapnya kasus ini setelah orang tua membawa Melati ke dokter. Dokter menyebut Melati menderita penyakit keputihan seperti orang yang sudah bersuami. Setelah didesak ibunya, Melati akhirnya bercerita bahwa selama 5 tahun dirinya telah menjadi budak sex terdakwa. (dm/snd)